MGMLaboratory
Back

Menu

01Home
02About Us
03Projects
04Publications
05Member
06Articles
07Contact

Let's Talk

Open in Mail app

Socials

Malang (ID) --:--Privacy PolicyTerms of Service

December 1, 20192 min read

Wisatawan Menerima Aplikasi Kuliner Halal di MalangWisatawan Menerima Aplikasi Kuliner Halal di Malang

Survei terhadap 64 responden menunjukkan aplikasi pelacak kuliner halal dinilai mudah dan bermanfaat.

  • Jurnal
  • Publikasi

Written by

  • SRShirasaka RenIT & Infrastructure · Student Member

In this article

  1. 01Cara kerja aplikasi
  2. 02Yang ditemukan

Kabupaten Malang punya banyak pilihan kuliner, tetapi wisatawan yang datang dari luar kota sering kesulitan memastikan mana yang sudah tersertifikasi halal. Informasi itu biasanya tersebar dari mulut ke mulut atau tidak ada sama sekali. Dari masalah itu, sebuah tim mengembangkan aplikasi pelacak kuliner halal berbasis Android.

Nasi tempong, salah satu kuliner khas Malang. Foto: Gunawan Kartapranata, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.
Fig. 01Nasi tempong, salah satu kuliner khas Malang. Foto: Gunawan Kartapranata, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

01/02

Cara kerja aplikasi

Aplikasi ini menggabungkan perangkat Android dengan layanan Google Maps dan GPS. Pengguna memilih kota tujuan pada menu All Area, lalu memilih kategori menu yang ingin dikunjungi. Peta navigasi akan menunjukkan lokasi kuliner bersertifikat halal beserta informasi menu yang disajikan.

Sebelum sistem ini diperluas ke lebih banyak daerah, tim perlu tahu apakah masyarakat benar-benar mau memakainya. Mereka memakai Technology Acceptance Model dengan dua faktor utama: persepsi kemudahan dan persepsi kemanfaatan. Data dari 64 responden diolah memakai metode Partial Least Square.

Penanda halal membantu wisatawan memilih tempat makan. Foto: Emna Mizouni, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.
Fig. 02Penanda halal membantu wisatawan memilih tempat makan. Foto: Emna Mizouni, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

02/02

Yang ditemukan

Responden datang dari luar Kabupaten Malang. Pasuruan menyumbang 22 persen, Surabaya 20 persen, Sidoarjo 16 persen, dan sisanya dari kota yang lebih jauh seperti Banjarmasin, Indramayu, dan Magelang. Kelompok inilah yang paling membutuhkan informasi kuliner halal di Malang.

  • Persepsi kemudahan memperoleh nilai rata-rata 3,742
  • Kemanfaatan 4,05, minat menggunakan 4,07, dan penggunaan nyata 4,04
  • Semua nilai berada di atas skala setuju, jadi responden menerima aplikasi ini

Uji hipotesis memakai t tabel 1,669. Pengaruh kemudahan terhadap kemanfaatan punya t hitung 6,820. Kemudahan terhadap minat 2,037. Kemanfaatan terhadap minat 5,389. Minat terhadap penggunaan nyata 10,517. Semua berada di atas t tabel, jadi setiap jalur dalam model terbukti nyata.

Kuliner lokal jadi alasan wisatawan mencari rekomendasi. Foto: Evan Ilham Pasha, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.
Fig. 03Kuliner lokal jadi alasan wisatawan mencari rekomendasi. Foto: Evan Ilham Pasha, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

Nilai predictive relevance sebesar 0,885 menandakan model ini baik dalam menggambarkan keadaan sebenarnya di lapangan. Sebaliknya, jalur kemudahan menuju minat adalah yang paling lemah, dengan 72,3 persen variasi minat dijelaskan oleh indikator lain.

Bagi tim pengembang, hasil ini memberi arah yang jelas. Memastikan aplikasi terasa mudah dipakai bukan sekadar urusan tampilan, karena kemudahan itulah yang menumbuhkan keyakinan akan manfaat dan minat untuk memakainya.

Sumber

  1. Sucipto Sucipto dkk. (2019). Analisis Penerimaan Aplikasi Tracking Kuliner Halal oleh Wisatawan di Kabupaten Malang. Jurnal Sosioteknologi.

    DOI10.5614/sostek.itbj.2019.18.3.4 (opens in a new tab)

Next articleKemudahan Pakai Jadi Kunci Aplikasi Kuliner Halal(Keep scrolling)(Read it next)(Loading)