MGMLaboratory
Back

Menu

01Home
02About Us
03Projects
04Publications
05Member
06Articles
07Contact

Let's Talk

Open in Mail app

Socials

Malang (ID) --:--Privacy PolicyTerms of Service

December 1, 20191 min read

Kemudahan Pakai Jadi Kunci Aplikasi Kuliner HalalKemudahan Pakai Jadi Kunci Aplikasi Kuliner Halal

Ketika 64 wisatawan menilai aplikasi pelacak kuliner halal, faktor kemudahan bergerak lebih dulu.

  • Jurnal
  • Publikasi

Written by

  • SRShirasaka RenIT & Infrastructure · Student Member

In this article

  1. 01Rantai pengaruh yang terukur
  2. 02Pelajaran untuk perancang aplikasi

Ada anggapan lama dalam pengembangan aplikasi: kalau fiturnya cukup banyak, pengguna akan datang sendiri. Sebuah studi tentang aplikasi pelacak kuliner halal menunjukkan urutan yang berbeda. Sebelum menilai manfaat sebuah aplikasi, pengguna lebih dulu menilai apakah aplikasi itu gampang dipakai.

Label halal jadi informasi pertama yang dicari wisatawan. Foto: Emna Mizouni, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.
Fig. 01Label halal jadi informasi pertama yang dicari wisatawan. Foto: Emna Mizouni, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

01/02

Rantai pengaruh yang terukur

Model yang diuji menyusun empat variabel secara berurutan: persepsi kemudahan, persepsi kemanfaatan, minat menggunakan, dan penggunaan nyata. Setiap hubungan diuji dengan t tabel 1,669. Kemudahan berpengaruh nyata terhadap kemanfaatan dengan t hitung 6,820, angka tertinggi kedua setelah jalur minat menuju penggunaan nyata yang mencapai 10,517.

  • Kemudahan ke kemanfaatan: t hitung 6,820
  • Kemudahan ke minat: t hitung 2,037
  • Kemanfaatan ke minat: t hitung 5,389
  • Minat ke penggunaan nyata: t hitung 10,517

Jalur terlemah justru yang paling menarik dibahas. Kontribusi kemudahan terhadap minat hanya 0,237, artinya 72,3 persen variasi minat dijelaskan oleh indikator lain. Rasa mudah saja tidak cukup untuk membuat orang berniat memakai aplikasi, karena manfaat yang terlihat ikut menentukan.

Peta kuliner halal berguna kalau benar-benar dipakai. Foto: Gunawan Kartapranata, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.
Fig. 02Peta kuliner halal berguna kalau benar-benar dipakai. Foto: Gunawan Kartapranata, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

02/02

Pelajaran untuk perancang aplikasi

Satu indikator dibuang dari model. Pernyataan mudah diingat hanya memperoleh loading factor 0,498, sedikit di bawah ambang 0,50. Responden menilai aspek itu kurang penting, sehingga tim mengeluarkannya dari perhitungan. Yang dianggap penting bukan menghafal cara pakai, melainkan aplikasi yang langsung bisa digunakan.

  • Pastikan pencarian lokasi bisa diselesaikan dalam beberapa langkah saja
  • Uji kemudahan dengan pengguna dari luar kota dan tunjukkan manfaat nyata lewat informasi menu

Penerimaan pengguna secara umum baik. Nilai predictive relevance 0,885 menunjukkan model ini menggambarkan kondisi lapangan dengan baik. Rata-rata jawaban responden berada di angka 4 dari skala setuju, dan wisatawan memang menantikan alat seperti ini. Aplikasi wisata kuliner bersaing dengan banyak pilihan lain di ponsel, dan yang bertahan adalah aplikasi yang tidak membuat penggunanya berpikir dua kali sebelum membukanya.

Sumber

  1. Sucipto Sucipto dkk. (2019). Analisis Penerimaan Aplikasi Tracking Kuliner Halal oleh Wisatawan di Kabupaten Malang. Jurnal Sosioteknologi.

    DOI10.5614/sostek.itbj.2019.18.3.4 (opens in a new tab)

Next articleWhat Suggestions Really Add to a Mapping Tool(Keep scrolling)(Read it next)(Loading)