MGMLaboratory
Back

Menu

01Home
02About Us
03Projects
04Publications
05Member
06Articles
07Contact

Let's Talk

Open in Mail app

Socials

Malang (ID) --:--Privacy PolicyTerms of Service

January 1, 20241 min read

Kapan pedagang sebaiknya memakai QRIS dinamisKapan pedagang sebaiknya memakai QRIS dinamis

Pilihan jenis QRIS paling bergantung pada satu hal sederhana: apakah nominal transaksi Anda berubah atau tetap.

  • Jurnal
  • Publikasi

Written by

  • SRShirasaka RenIT & Infrastructure · Student Member

In this article

  1. 01Mulai dari pola transaksinya
  2. 02Kalau nominalnya selalu berubah
  3. 03Kalau nominalnya berulang dan sama

Bagi pemilik usaha kecil, pertanyaan soal QRIS bukan lagi soal perlu atau tidak. Lebih dari 29,4 juta merchant sudah terdaftar, dan lebih dari 99 persen di antaranya adalah usaha mikro, kecil, dan menengah. Pertanyaan yang lebih berguna adalah jenis QRIS mana yang cocok untuk pola jualan tertentu.

01/03

Mulai dari pola transaksinya

Sebuah penelitian di Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer membandingkan dua jenis QRIS yang memakai Merchant Presented Mode. Kesimpulannya sederhana dan praktis: pilihan terbaik bergantung pada apakah nominal transaksi Anda berubah-ubah atau tetap dari waktu ke waktu.

Kode QRIS di sebuah masjid. Jaringan merchant QRIS menjangkau usaha paling kecil. Foto: Fahmihidayatullah, CC0.
Fig. 01Kode QRIS di sebuah masjid. Jaringan merchant QRIS menjangkau usaha paling kecil. Foto: Fahmihidayatullah, CC0.

02/03

Kalau nominalnya selalu berubah

Untuk warung makan, kafe, atau toko yang menjual barang dengan harga berbeda di setiap transaksi, QRIS dinamis lebih cepat. Kode yang ditampilkan penjual sudah membawa nominal, sehingga pembeli langsung memindai dan membayar tanpa perlu mengetik angka terlebih dahulu.

  • Waktu transaksi lebih singkat karena nominal tidak perlu dimasukkan manual.
  • Jumlah langkah yang dibutuhkan penjual dan pembeli ikut berkurang.

03/03

Kalau nominalnya berulang dan sama

Untuk transaksi berulang dengan nominal yang sama, misalnya iuran bulanan atau paket langganan, QRIS dinamis juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi koreografi proses bisnis. Alurnya menjadi lebih pendek dan lebih sedikit menuntut konfirmasi antara kedua pihak.

Peta sistem pembayaran kode QR di Asia, dengan QRIS sebagai salah satu standar nasional. Gambar: Bamboofirdaus, CC0.
Fig. 02Peta sistem pembayaran kode QR di Asia, dengan QRIS sebagai salah satu standar nasional. Gambar: Bamboofirdaus, CC0.

QRIS statis bukan pilihan yang salah. Kode tetap lebih murah dan lebih sederhana untuk usaha yang transaksinya jarang, atau bagi pedagang yang masih menimbang biaya perangkat tambahan. Yang menjadi masalah adalah memakai jenis yang keliru untuk pola transaksi yang tidak cocok.

Satu catatan penting dari penelitian ini: pengukuran hanya mencakup waktu dan jumlah langkah, sedangkan penggunaan sumber daya sistem diabaikan. Jadi rekomendasinya berbicara soal pengalaman orang di depan meja kasir, bukan soal beban server di belakangnya.

Sumber

  1. Pinandito, A., Brilliansyach, R.F. (2024). Efisiensi Penggunaan Qris Dengan Merchant Presented Mode Dalam Transaksi Pembayaran Non-Tunai. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer.

    DOI10.25126/jtiik.1148570 (opens in a new tab)

Next articleQRIS statis atau dinamis, mana yang lebih cepat(Keep scrolling)(Read it next)(Loading)