
Membuat gim edukasi bukan sekadar menempel soal ke dalam sebuah permainan. Ada lapisan desain yang harus diputuskan lebih dulu: materi apa yang ingin diajarkan, cerita seperti apa yang membungkusnya, dan bagaimana pemain berinteraksi dengan keduanya.
Tim peneliti di balik gim Gravic memakai framework Design, Play, Experience atau DPE untuk menjawab pertanyaan itu secara berurutan. Kerangka ini merupakan pengembangan dari MDA, tetapi disusun khusus untuk kebutuhan gim serius dan edukatif.

DPE membagi pekerjaan desain menjadi lima lapisan. Setiap lapisan diisi sebelum lapisan berikutnya dikerjakan, sehingga keputusan teknis tidak diambil lebih dulu sebelum tujuan belajarnya jelas.

Lapisan pengalaman pengguna menutup rangkaian itu. Menu utama menyediakan panduan cara bermain, sementara narasi pembuka menjelaskan kebingungan tokoh utama terhadap grafik. Dengan begitu pemain memahami alasan di balik setiap misi, bukan sekadar mengerjakan soal demi skor.
Pendekatan berlapis ini juga memudahkan evaluasi. Ketika hasil post-test naik dibanding pre-test, tim dapat menelusuri lapisan mana yang berperan, bukan menebak dari keseluruhan gim.
Bagi tim pengembang lain, urutan kerja ini layak dicoba. Tentukan kompetensi lebih dulu, bungkus dengan cerita yang dekat dengan keseharian pemain, baru pilih teknologi paling sederhana yang bisa mewujudkannya.
Silitonga, E., Jonemaro, E.M.A., Akbar, M.A. (2023). Pengembangan Gim Simulasi Kehidupan untuk Peningkatan Literasi Grafik Menggunakan Framework DPE. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer.