
Literasi grafik adalah kemampuan membaca, membandingkan, dan menafsirkan informasi yang disajikan dalam bentuk grafik. Kemampuan ini terdengar sederhana, tetapi hasil survei menunjukkan angkanya rendah. Satu survei terhadap 155 mahasiswa menemukan hanya 43 persen yang memahami tabel dan grafik.
Temuan lain menyebut kurang dari 15 persen siswa kelas delapan mencapai kriteria ketuntasan pada materi grafik. Berangkat dari situ, tiga peneliti Universitas Brawijaya membangun sebuah gim serius bernama Gravic.

Gravic adalah gim simulasi kehidupan 2D yang dibuat dengan Unity dan bahasa C#, dengan tampilan bergaya pixel art. Pemain berperan sebagai siswa kelas lima yang belum paham grafik, lalu diajak berkeliling kota oleh gurunya untuk menyelesaikan berbagai misi.

Pengujian dibagi dua tahap. Pengujian internal memakai metode black box oleh lima anggota komunitas RAION, dan seluruh kebutuhan fungsional dinyatakan valid. Pengujian eksternal melibatkan 30 responden dengan alur pre-test, bermain, lalu post-test, masing-masing 15 menit.
Artinya ada perbedaan rata-rata yang nyata antara kondisi sebelum dan sesudah bermain. Penulis menyimpulkan bahwa Gravic dapat dipakai sebagai salah satu alternatif media belajar grafik, bukan pengganti pengajaran di kelas.
Silitonga, E., Jonemaro, E.M.A., Akbar, M.A. (2023). Pengembangan Gim Simulasi Kehidupan untuk Peningkatan Literasi Grafik Menggunakan Framework DPE. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer.