MGMLaboratory
Back

Menu

01Home
02About Us
03Projects
04Publications
05Member
06Articles
07Contact

Let's Talk

Open in Mail app

Socials

Malang (ID) --:--Privacy PolicyTerms of Service

January 1, 20221 min read

Pelajaran dari Membangun Tur Virtual KampusPelajaran dari Membangun Tur Virtual Kampus

Kecepatan adegan tiga dimensi lebih ditentukan oleh kerapian susunannya daripada oleh perangkat pengguna.

  • Jurnal
  • Publikasi

Written by

  • SRShirasaka RenIT & Infrastructure · Student Member

In this article

  1. 01Tiga keputusan yang menentukan

Tur virtual kampus sering gagal bukan karena idenya buruk, melainkan karena pemandangannya tersendat saat diputar. Pengguna menutup tab sebelum sempat melihat gedung utamanya.

Sebuah studi tentang render cepat objek grafis berbasis WebGL menawarkan catatan praktis untuk siapa pun yang ingin membangun pengalaman serupa, mulai dari tur kampus sampai pameran virtual.

01/01

Tiga keputusan yang menentukan

Tim peneliti menyusun adegan dari sebuah panorama 360 derajat yang dipotong menjadi enam bidang kubus. Pilihan pilihan teknis di baliknya layak ditiru oleh tim yang baru memulai.

Adegan tiga dimensi yang dirender secara waktu nyata. Gambar: KaiaVintr, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.
Fig. 01Adegan tiga dimensi yang dirender secara waktu nyata. Gambar: KaiaVintr, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.
  • Pilih WebGL karena berjalan langsung di peramban. Tidak ada plugin yang perlu dipasang, sehingga pengguna bisa langsung masuk.
  • Siapkan jalur shader dan non shader. Pendekatan non shader berguna sebagai pembanding untuk melihat apakah penulisan shader benar-benar memberi dampak pada kecepatan.
  • Uji di beberapa lokasi, bukan hanya satu titik. Pengujian di lima lokasi kampus memperlihatkan bahwa waktu render bisa berbeda tergantung kerumitan pemandangan.
Panorama 360 derajat sebagai bahan dasar skybox. Foto: Wilfredor, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.
Fig. 02Panorama 360 derajat sebagai bahan dasar skybox. Foto: Wilfredor, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

Hasil pengujian mereka mencatat rata rata waktu render 0,12668 detik dari lima puluh percobaan. Uji coba di dalam gedung tercatat jauh lebih cepat daripada di area terbuka, karena jumlah objek yang harus digambar lebih sedikit.

Contoh hasil render objek tiga dimensi. Gambar: Adamgmz, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.
Fig. 03Contoh hasil render objek tiga dimensi. Gambar: Adamgmz, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

Pelajaran utamanya sederhana. Kecepatan adegan tiga dimensi tidak hanya ditentukan oleh perangkat pengguna, tetapi oleh seberapa banyak yang harus digambar. Mengurangi jumlah objek dan memilih sudut pandang dengan bijak sering kali lebih efektif daripada menambah daya komputasi.

Sumber

  1. Cholissodin et al. (2022). Pengembangan Fast Render Objek Grafis Menggunakan Shader dan Non-Shader Berbasis WebGL dari Primitive Object untuk Membuat Raw Metaverse Material Objek Skybox 3D di Filkom UB. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer.

Next articleWhich Concept Mapping Style Helps Students Remember More?(Keep scrolling)(Read it next)(Loading)