MGMLaboratory
Back

Menu

01Home
02About Us
03Projects
04Publications
05Member
06Articles
07Contact

Let's Talk

Open in Mail app

Socials

Malang (ID) --:--Privacy PolicyTerms of Service

December 10, 20241 min read

Membuat Navigasi Angkutan Kota Malang Lebih RinganMembuat Navigasi Angkutan Kota Malang Lebih Ringan

Kompresi data dan penyederhanaan graf memangkas waktu pencarian rute sekaligus menghemat kuota pengguna.

  • Jurnal
  • Publikasi

Written by

  • SRShirasaka RenIT & Infrastructure · Student Member

In this article

  1. 01Tiga komponen yang diuji
  2. 02Efek penyederhanaan graf

Aplikasi navigasi transportasi umum sering terasa lambat di ponsel kelas menengah. Peta rute menyimpan ribuan titik koordinat, dan setiap titik ikut dihitung ketika pengguna meminta rekomendasi perjalanan.

Tim peneliti dari Universitas Brawijaya membangun aplikasi Android yang merekomendasikan rute angkutan umum di Kota Malang. Jaringan trayek dimodelkan sebagai graf, lalu algoritme Dijkstra mencari jalur terpendek antara dua halte. Pertanyaan penelitiannya sederhana: bagaimana membuat proses itu lebih cepat dan lebih hemat kuota?

01/02

Tiga komponen yang diuji

Eksperimen memisahkan tiga komponen supaya efek masing-masing bisa diukur sendiri.

  • Format JSON sebagai media pertukaran data antara server dan aplikasi.
  • Kompresi data memakai Zlib yang dikombinasikan dengan encoding Base64.
  • Penyederhanaan graf secara visual memakai algoritme Douglas Peucker.
Angkot trayek GM di Terminal Mulyorejo, Malang. Foto: Mujiono Ma'ruf, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.
Fig. 01Angkot trayek GM di Terminal Mulyorejo, Malang. Foto: Mujiono Ma'ruf, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

Kompresi terbukti menghemat bandwidth. Mengirim data dalam format JSON efektif, dan kombinasi Zlib dengan Base64 memangkas penggunaan bandwidth untuk distribusi data di internet sebesar 64,61%. Beban tambahan pada memori server hanya 0,44%, jadi harga yang dibayar jauh lebih kecil daripada penghematannya.

Papan informasi trayek angkutan kota Malang. Foto: Mujionomaruf, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

02/02

Efek penyederhanaan graf

Perubahan terbesar datang dari penyederhanaan graf. Setelah titik yang dianggap tidak penting dibuang, waktu yang dibutuhkan untuk merekomendasikan rute turun 81,24% dan penggunaan memori berkurang 72,99%. Inilah alasan aplikasi peta terasa jauh lebih responsif ketika data rute dirapikan lebih dulu.

Angkutan umum melintasi Taman Gadang, Malang. Foto: Mujiono Ma'ruf, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.
Fig. 03Angkutan umum melintasi Taman Gadang, Malang. Foto: Mujiono Ma'ruf, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.

Bagi pengembang aplikasi transportasi, urutan langkahnya cukup jelas: rapikan dulu datanya, baru hitung rutenya. Kedua teknik ini bisa dipakai bersama tanpa mengubah algoritme pencarian jalur, sehingga risikonya kecil dan hasilnya langsung terasa di perangkat pengguna.

Sumber

  1. Pinandito et al. (2024). Peningkatan Performa Komputasi Sistem Navigasi Transportasi Publik Pada Perangkat Bergerak Melalui Penerapan Teknik Kompresi Data Dan Penyederhanaan Graf. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer.

    DOI10.25126/jtiik.2024118054 (opens in a new tab)

Next articleGLSL Unggul atas WebGL pada Augmented Reality Berbasis Web(Keep scrolling)(Read it next)(Loading)
Fig. 02Papan informasi trayek angkutan kota Malang. Foto: Mujionomaruf, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons.