MGMLaboratory
Back

Menu

01Home
02About Us
03Projects
04Publications
05Member
06Articles
07Contact

Let's Talk

Open in Mail app

Socials

Malang (ID) --:--Privacy PolicyTerms of Service

January 1, 20162 min read

Kenapa Pengelompokan Membuat Pencarian Citra Lebih CepatKenapa Pengelompokan Membuat Pencarian Citra Lebih Cepat

Membandingkan gambar baru dengan seluruh isi basis data itu mahal, dan klaster memangkas pekerjaan itu.

  • Jurnal
  • Publikasi

Written by

  • SRShirasaka RenIT & Infrastructure · Student Member

In this article

  1. 01Ciri gambar dan ukuran kemiripannya

Bayangkan mencari satu foto di dalam lemari berisi ratusan gambar, satu per satu. Itulah yang dilakukan komputer pada pencarian citra yang paling sederhana. Setiap gambar di basis data dibandingkan dengan gambar kueri, dan cara ini benar tetapi lambat, karena biaya waktunya tumbuh seiring bertambahnya koleksi.

Transformasi wavelet kontinu. Gambar: DaBler, domain publik, via Wikimedia Commons.
Fig. 01Transformasi wavelet kontinu. Gambar: DaBler, domain publik, via Wikimedia Commons.

Sebuah penelitian menempuh jalan pintas yang rapi. Sebelum pencarian, seluruh koleksi dikelompokkan lebih dulu memakai K-Means. Sistem hanya perlu membandingkan gambar kueri dengan tiap pusat klaster, memilih klaster terdekat, lalu memeriksa isi klaster itu saja. Pekerjaan pembandingan berkurang drastis.

01/01

Ciri gambar dan ukuran kemiripannya

Sebelum bisa dikelompokkan, gambar harus diubah menjadi angka. Di sini Haar wavelet transform dipakai untuk mengekstrak ciri, yaitu menangkap pola penting pada gambar dalam bentuk yang jauh lebih ringkas. Kemiripan antar gambar kemudian dihitung dengan ukuran jarak F-Norm.

  • Koleksi uji berisi 500 gambar dalam lima kategori: dinosaurus, bus, pantai, kuda, dan bunga.
  • Presisi meningkat sekitar 40 persen dibandingkan pencarian tanpa pengelompokan.
  • Waktu temu kembali menjadi 1,6 sampai 2,7 kali lebih cepat.
Model model temu kembali informasi. Gambar: Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0.
Fig. 02Model model temu kembali informasi. Gambar: Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0.

Ada satu parameter yang menentukan hasilnya, yaitu ambang batas kemiripan untuk menghentikan pencarian. Ambang yang terlalu ketat membuat sistem terus memeriksa, sedangkan ambang yang terlalu longgar membuat hasilnya asal-asalan. Penelitian ini menguji tiga nilai dan menemukan bahwa kategori kuda mendapat keuntungan terbesar, dengan presisi 51 persen lebih baik pada ambang 0,5.

Kategori yang lebih seragam menunjukkan pola berbeda. Untuk dinosaurus, sistem mencapai recall 1,00 dengan presisi 0,25 dalam 3,80 detik, lalu berubah menjadi presisi 0,99 dalam 1,48 detik setelah pengelompokan diterapkan. Perubahan itu bukan sekadar lebih cepat, tetapi juga jauh lebih tepat.

Sumber

  1. Jonemaro dan Rusdianto (2016). Sistem Temu Kembali Citra Berbasis Konten Menggunakan Haar Wavelet Transform Dan K-Means Clustering. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer.

    DOI10.25126/jtiik.201631152 (opens in a new tab)

Next articleBuilding an AR Guide That Survives a Real Street(Keep scrolling)(Read it next)(Loading)

Batas penelitian ini perlu disebut. Basis datanya kecil, 500 gambar dengan lima kategori yang isinya sudah jelas, jadi jumlah klaster yang pas belum tentu lima pada koleksi nyata. Foto sehari-hari yang bercampur dalam banyak topik akan menuntut penanganan berbeda. Yang bisa dibawa pulang adalah prinsipnya: susun data sebelum mencari, dan biaya pencarian akan menyusut dengan sendirinya.