
Mengenalkan angka kepada anak usia empat sampai lima tahun bukan pekerjaan sederhana. Guru di sebuah taman kanak-kanak dengan fasilitas pembelajaran menengah ke bawah melaporkan kesulitan membawa konsep angka ke dalam kelas. Penelitian di JTIIK merancang solusi berupa alat permainan edukatif, bukan aplikasi.
Pendekatan belajar sambil bermain sudah lama dipakai di taman kanak-kanak, dan alat permainannya dikenal sebagai Alat Permainan Edukatif (APE). Masalahnya, tidak semua guru berhasil menerjemahkan alat itu menjadi kegiatan yang sesuai kompetensi kurikulum. Penelitian ini mengisi jeda tersebut dengan merancang APE secara khusus.
Perancangan memakai kerangka MDA, yang membagi gim menjadi tiga komponen: mechanics sebagai aturan, dynamics sebagai jalannya permainan, dan aesthetics sebagai rasa senang yang muncul. Pengembangannya memakai metode iteratif sebanyak delapan kali sampai prototipe dianggap cukup.

Penilaian memakai desain One Group Pretest-Posttest terhadap empat siswa, dua di antaranya berada di atas rata-rata kelas dan dua di bawahnya. Setiap anak diminta menyebutkan tiga angka yang diperlihatkan.

Peneliti menyimpulkan gim papan ini membantu pemahaman konsep angka pada siswa kelompok A. Mereka juga menyarankan pengujian lanjutan dengan lebih banyak anak pada rentang usia yang sama, karena uji coba ini hanya melibatkan empat siswa di satu sekolah.
Abdiel Wahyu Ramadhyono, Eriq Muhammad Adams Jonemaro, dan Tri Afirianto (2024). Perancangan Gim Edukasi Anak Usia Dini untuk Meningkatkan Pemahaman Pengenalan Angka. Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer.