MGMLaboratory
Back

Menu

01Home
02About Us
03Projects
04Publications
05Member
06Articles
07Contact

Let's Talk

Open in Mail app

Socials

Malang (ID) --:--Privacy PolicyTerms of Service

January 1, 20171 min read

Tiga Pendekatan Membangun Aplikasi MobileTiga Pendekatan Membangun Aplikasi Mobile

Native, mobile web, atau hybrid. Setiap pilihan membawa konsekuensi pada biaya, kecepatan, dan jangkauan perangkat.

  • Publikasi

Written by

  • SRShirasaka RenIT & Infrastructure · Student Member

In this article

  1. 01Pendekatan native
  2. 02Pendekatan mobile web
  3. 03Pendekatan hybrid

Saat akan membangun aplikasi bergerak, pertanyaan pertama biasanya bukan bahasa pemrograman apa yang dipakai, melainkan pendekatan apa yang akan dipilih. Buku ini membahas tiga pilihan yang tersedia dan menempatkannya dalam satu perbandingan yang jelas.

Lingkungan pengembangan untuk aplikasi native. Gambar: Google LLC, CC BY 2.5, via Wikimedia Commons.
Fig. 01Lingkungan pengembangan untuk aplikasi native. Gambar: Google LLC, CC BY 2.5, via Wikimedia Commons.

01/03

Pendekatan native

Pendekatan native berarti aplikasi dibangun khusus untuk satu platform, memakai bahasa dan perkakas resmi platform tersebut. Hasilnya biasanya paling mulus, karena aplikasi bisa memakai seluruh kemampuan perangkat. Harganya adalah biaya pengembangan, sebab tiap platform perlu dikerjakan sendiri.

02/03

Pendekatan mobile web

Pendekatan mobile web membangun aplikasi dengan teknologi web dan menjalankannya di peramban ponsel. Satu kode bisa dipakai di banyak perangkat, dan pembaruan tidak perlu melewati toko aplikasi. Batasnya ada pada akses ke fitur perangkat dan pada pengalaman yang terasa kurang menyatu.

03/03

Pendekatan hybrid

Pendekatan hybrid mengambil jalan tengah. Aplikasi ditulis dengan teknologi web, lalu dibungkus agar bisa dipasang seperti aplikasi biasa. Tim tetap mendapat satu basis kode, sementara pengguna mendapat ikon di layar utama.

Perbedaan ketiganya terasa paling jelas saat proyek tumbuh. Fitur yang menuntut kinerja tinggi, seperti pengolahan gambar atau pembacaan sensor, lebih nyaman dikerjakan secara native. Fitur yang isinya sering berubah, seperti katalog atau formulir, lebih murah dirawat lewat web.

Perangkat bergerak generasi awal. Gambar: Syced, CC0, via Wikimedia Commons.
Fig. 02Perangkat bergerak generasi awal. Gambar: Syced, CC0, via Wikimedia Commons.

Yang menarik dari pembahasan ini bukan daftar kelebihan tiap pendekatan, melainkan cara memilihnya. Tidak ada satu jawaban yang benar untuk semua proyek. Jumlah platform yang harus dilayani, anggaran, dan kebutuhan akses ke perangkat keras adalah pertanyaan yang menentukan.

Buku ini juga menekankan bahwa pemahaman konsep tetap dibutuhkan sebelum memilih alat. Tanpa itu, perbandingan pendekatan hanya menjadi daftar istilah.

Sumber

  1. Tolle et al. (2017). Pengembangan Aplikasi Perangkat Bergerak. UB Press.

Next articleMoving Transit Directions from Your Phone to Your Wrist(Keep scrolling)(Read it next)(Loading)